Berasal dari salah-satu suku Vastaya yang sudah lama hilang dari peradaban, Neeko adalah sesosok gadis remaja yang begitu ceria dan memiliki rasa penasaran yang begitu tinggi terhadap kehidupan di luar sana. Neeko dapat berbaur dengan kerumunan orang dari manapun dengan meminjam penampilan orang lain, bahkan dapat menyerap emosi mereka untuk memberi tahu tentang marabahaya yang ada di sekitar mereka.
Tidak ada yang pernah yakin di mana atau siapa itu Neeko, tetapi mereka yang berniat menyakitinya akan segera menyaksikan wujud aslinya, dan merasakan kekuatan penuh sihir roh primordialnya untuk menghempaskan semua orang yang berniat jahat kepadanya.
Berasal dari Suku Oovi-Kat
Neeko lahir di pulau terpencil jauh di timur yang sebagian besar wilayahnya tidak dikenal oleh orang banyak, di mana anggota terakhir suku kuno yang sangat besar tetap terisolasi dari bagian dunia luar. Mereka disebut Oovi-Kat, dan dapat melacak generasi keturunan mereka secara turun temurun kembali ke Vastayashai’rei legendaris — atau leluhur dari semua Vastaya.
The Oovi-Kat adalah Suku yang dihuni oleh makhluk damai, memiliki potensi yang tak tertandingi. Masyarakat mereka yang harmonis berpadu sempurna dengan alam roh, sehingga Sho’ma mereka — atau bisa kita sebut esensi spiritual mereka — dapat berbaur dengan makhluk lain hanya melalui sebuah kedekatan, dan bahkan membantu mereka meniru bentuk fisik lainnya.
Tidak ada rahasia yang ada di antara orang-orang di suku Oovi-Kat, tetapi hanya sedikit yang ingin tahu, tangguh, atau energik seperti si Neeko muda ini.
Rasa Keingintahuan Tidak Terbatas
Dia sangat senang bermain atau bahkan mempermainkan orang lain sampai-sampai membuat mereka kesal terhadapnya, menyembunyikan bentuk aslinya dan pikirannya untuk melihat apakah orang lain dapat menemukannya. Sifatnya yang ingin tahu tidak mengenal batas, jati dirinya yang murni mudah terpesona dengan dunia besar yang ada di luar sana.
Bahkan dia juga selalu terkagum-kagum terhadap dirinya sendiri ketika mengubah wujud aslinya menjadi mahluk lain yang ingin ia tiru. Tapi itu tidak bertahan lama. Bencana alam muncul di cakrawala.
Ras Terakhir dari Suku Oovi-Kat
Berkat pemikiran cepat dan pengorbanan diri dari para tetua Oovi-Kat, Neeko lolos dari bencana alam kematian tanah airnya. Dia dengan kikuk mengambil bentuk burung, dan melarikan diri dari kehancuran membara tempatnya tersebut, merasakan jeritan kesedihan keluarga dan sahabat-sahabatnya memudar sangat halus ke jurang yang dalam di antara alam.
Beberapa hari kemudian, putus asa dan kelelahan, Neeko jatuh ke laut. Dia menempel pada kayu apung, sepenuhnya berpasrah pada belas kasihan arus laut, sampai sebuah siluet aneh muncul. Dia bisa mendengar suara-suara yang mengusung ombak, yang kemudian ia berenang ke arah struktur aneh di depan matanya tersebut.
Dengan kekuatan terakhirnya, ia merayap di atas kapal yang ternyata menjadi kapal dagang yang menuju Harelport. Neeko beristirahat di mana dia bisa memanggil ke alam roh untuk sukunya yang hilang. Dia merasa mereka semua tersebar jauh, gema sedih sebagai jawaban, dan gambar pohon yang menjulang tinggi dan mati yang terletak di suatu tempat di atas cakrawala yang rapuh…
Petualangan Neeko Dimulai
Ketika Neeko muncul dari atas kapal menuju ke kota, itu adalah pandangan pertama Neeko terhadap dunia baru yang aneh dan tidak dikenal. Semua indranya menggelitik di sekujur tubuhnya. Banyak makhluk, bahkan Oovi-Kat yang lain, mungkin takut dalam situasi itu — tetapi tidak untuk Neeko. Masyarakat sibuk dengan kepribadian unik, orang asing dengan beragam motif dan bentuk. Ini adalah tempat dari berbagai kisah dan pengalaman yang tak terhitung jumlahnya, dan jelas itu memikat hati Neeko sepenuhnya.
Sebelum dia bisa pergi jauh, dia ditemukan oleh seorang pelaut yang sangat besar bernama Krete. Neeko tidak bisa mengerti semua kata-katanya, tetapi dia ingin tahu dari suku mana dia berasal. Neeko mengulurkan tangan dengan Sho’ma-nya, meniru wajah dan ekspresinya untuk membuat niat damainya dipahami, tetapi Krete tampaknya tidak menyukai hal ini sama sekali. Dipenuhi oleh pikirannya yang gelap, Neeko melarikan diri ke kerumunan, mengubah bentuknya berkali-kali sampai dia bisa melarikan diri dengan bebas.
Dikelilingi oleh tanaman hijau tropis yang subur di pedalaman di luar Harelport, Neeko bergulat dengan pengalamannya baru-baru ini. Dia tidak bisa mengerti bagaimana orang hanya mengandalkan kata-kata sebagai bentuk komunikasi tunggal mereka. Sepertinya begitu… sangat sempit?!
Pertemuannya dengan Nidalee
Mencari hiburan, dia mengambil bentuk kucing hutan yang dia temui di antara pepohonan, dan mencoba berlari bersama mereka. Neeko senang menjadi cepat dan lincah, dan mata mereka yang cerah dan tajam mengingatkan dirinya pada kampung halamannya — sampai, secara tak terduga, sang pemimpin dari gerombolan kucing tersebut berubah menjadi wanita yang cantik, kuat, dan berambut gelap.
Setelah ketegangan yang menegangkan, ia memperkenalkan dirinya sebagai Nidalee, dan dengan enggan menerima Neeko ke dalam kawanannya. Neeko ragu-ragu untuk mempercayai kebenaran Oovi-Kat kepada orang lain, tetapi dia merasakan hubungan yang mendalam dengan Nidalee, karena dia menduga pemburu binatang ini mungkin memiliki hubungan yang terlupakan dengan ras yang sangat besar.
Hari berganti hari, persahabatan mereka terus berkembang baik, dan selama berbulan-bulan mereka menjelajahi hutan belantara bersama. Tetapi sebuah kota megah nan besar, dengan segala kekurangannya, masih memanggil Neeko. Leluhurnya datang kepadanya dalam mimpi, menunjukkan kepadanya cabang pucat dari pohon-pohon Ras-nya yang mati, berulang kali. Pohon-pohon itu membutuhkan warna, untuk mekar lagi — sebanyak itu, Neeko yakin.
Dia meminta temannya tersebut untuk bergabung dengannya dalam perjalanan baru ini, tetapi Nidalee tidak dapat diyakinkan.
Kecewa, tetapi ia bertekad, Neeko akhirnya berangkat menuju dunia luar yang besar seorang diri.
Kehidupan lamanya di antara Oovi-Kat mungkin hilang selamanya, tetapi Neeko membayangkan masa depan yang ajaib — suku yang lebih besar dari Vastaya yang baik hati, Yordle, manusia, dan makhluk lain apa pun itu yang mungkin bisa hidup dengan damai dan berbagi mimpinya. Sejauh yang dia tahu, setiap orang memiliki potensi untuk menemukan tempat di sukunya yang baru. Dia telah berjanji untuk mencari jiwa-jiwa ini, untuk berteman dengan mereka, dan mempertahankan Sho’ma mereka dengan hidupnya.
Untuk mengetahui Neeko adalah dengan mencintai Neeko, dan mencintai Neeko berarti adalah menjadi Neeko.
Trivia
- Neeko memiliki beberapa baris interactions dalam game yang menunjukkan sisi romantis terhadap champion wanita, dan menjadi champion yang dikonfirmasikan oleh Riot langsung sebagai champion homoseksual.
- Flora Paulita merupakan artis yang mengisi suara Neeko dalam bahasa Inggris dan Portugis, maka aksen bahasa Neeko terdengar lebih dipengaruhi oleh tata bahasa Portugis.
- Kit gameplay Neeko selama tahap pengembangan adalah sebagai shapeshifter yang bisa meniru champion lainnya. Namun tujuan desain prototipe Neeko sebenarnya adalah untuk menciptakan champion Botlane Carry Mage.
- Neeko dimaksudkan untuk menjadi champion yang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa umum, karena Riot mencoba untuk membuat Neeko seperti “ikan yang berada di luar air”.
- “Mengetahui Neeko berarti mencintai Neeko, dan mencintai Neeko berarti menjadi Neeko.” referensi kutipan Samuel Rogers “Mengenalnya berarti mencintainya.”
- “NEEKO IS NOT A SAD TOMATO. SHE IS A STRONG TOMATO!” referensi lagu R.E.M. Crush with Eyeliner dari album studio mereka, Monster.
- Neeko menghabiskan beberapa waktu dengan Nidalee dan kawanannya. Meskipun Nidalee tidak akan membantunya dalam pencarian lebih lanjut, mereka berdua berpisah pada hal yang relatif positif. Ini juga menegaskan bahwa dia memang menyukai Nidalee, tapi sayangnya cintanya tersebut tidak terbalas.
- Neeko sempat menirukan Ezreal di hutan selama petualangannya mencari elixir cerita ini sempat muncul dalam lore The Elixir of Uloa.
Designers Neeko
Gameplay:
Narrative:
Artwork:
Visual:
Voice Actor:

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan relevan sesuai topik bahasan, dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan santun