"Indeed, a wise choice" adalah kalimat pertama yang diucapkan oleh champion berambut Afro dari bangsa Yordle, Heimerdinger. The Revered Inventor adalah salah-satu champion yang cukup menjengkelkan di Summoner's Rift.
Bagaimana tidak, robot-robot kecil yang selalu mengelilinginya ini mampu membuat kita kewalahan ketika berhadapan dengannya.
Selain mampu men-zoning dengan baik ketika laning phase, profesor jenius dari Bandle City tersebut juga mampu memberikan CC (Crowd Control) dan burst damage yang cukup tinggi ketika treading dengan musuhnya di lane.
Hal inilah yang membuat salah satu pro-player lokal sangat menyukaiya. Yaps, siapa lagi kalau bukan Heidingdong atau biasa dipanggil Jojo, sang Best Heim Indo.
Untuk kamu yang tidak tahu, Jojo merupakan seorang pro-player yang pernah berkompetisi di beberapa pergelaran kompetisi League of Legends Indonesia. Puncaknya adalah saat di LGS Summer Season 6 lalu, bersama dengan tim Kaliantusa.
Bersama dengan rekannya Qoui, Phantoms, KonekoChan, Reinos, Mimir, Madamatsu Heidingdong mampu mengakhiri season tersebut di peringkat 5 besar, dibawah Phoenix K-Squad yang berada di peringkat 4.
Walaupun gagal melaju ke Semifinal, tapi kemampuan Heidingdong di Midlane yang apik, mampu membuatnya masuk dalam roster Team LGS All-Star yang dipilih oleh komunitas dari vote terbuka oleh Garena League of Legends Indonesia.
Bersama rubeN , Phoenix, Beyond, Chupper & fidleOP, mereka berlima akhirnya mewakili tim Indonesia All-Star dipergelaran Garena All-Star 2016.
Berikut adalah Sedikit cuplikan aksi dari Heidingdong dengan Heimerdinger kesayanannya :
Beberapa waktu yang lalu, kami berhasil berbincang-bincang sedikit dengan Heidingdong. Penasaran apa saja yang kami bincangkan? Mari kita simak obrolan kami di bawah.
Hallo, gimana nih kabarnya?
Jojo : Baik, hehehe.
Apakah kamu masih bermain League of Legend?
Jojo : Ya, masih kok sampai sekarang.
Kalau boleh tau, mulai dari kapan kamu bermain League of Legends?
Jojo : Hmmmm, agak sedikit lupa tapi kayaknya sekitar 2015, Season 5 pertengahan. 2 Mei mungkin.
Kalau saya tidak salah, kamu pernah menjadi top Challenger?
Jojo : Iya betul, gua pernah satu kali jadi top Challenger di Season 2016.
Wow, butuh berapa lama untuk mencapai top Challanger?
Jojo : Kurang tau waktu pastinya, soalnya di climbnya gak cuma di server indo doang. Tapi mungkin sekitar 2 bulanan.
Selain bermain di server Indonesia, kamu bermain di server mana lagi?
Jojo : Dulu sempat main di server Vietnam sama Singapura waktu masih kompetitif, tapi sekarang cuman main di Indo sama EU.
Heidingdong sangat ikonik dengan Heimerdinger, apa sih yang membuat kamu favorit banget sama champion ini?
Jojo : Mechanicnya, rambutnya, terus salah satu streamer favorit gw yang bikin gw suka Heimerdinger => Heisendong sama championnya fleksibel bisa buat apa aja kecuali jungle :(
Apakah kamu masih setia sampai sekarang untuk pick champion berambut afro ini?
Jojo : udah jarang sih, sekarang lagi seneng Lux sama Ahri hahaha. Tapi masih tetep di pick kalo lagi mau main :3
Selama kamu masih berkompetitif, hal yang lucu menurut saya adalah tim musuh selalu 'Perma-ban' Heimerdinger, Mungkin takut sama si 'Jagur'. Apakah ada hal lain yang tak terlupakan olehmu selama berkompetitif?
Jojo : ada, waktu season terakhir match lawan Fortius, Toxicman pake Corki terlalu bersemangat terus dia buang ulti ke tengah-tengah musuh, langsung mati terus kalah gamenya :') :')
Kita selalu bully dia dengan kata "10 detik" karena dia bilang 10 detik lagi bawa paket ke mid lane, ternyata 10 detik maksudnya adalah 10 detik menuju kekalahan :'D Sampai sekarang dijadiin bahan becandaan sih, kalo inget itu lucu aja suka ketawa-ketawa sendiri ahahahaha, itu ga bakalan terluakan sih.
Masih adakah hasrat gak sih balik lagi liga kompetitif seperti sebelumnya? Dan apa kesibukannya sekarang?
Jojo : Kalau sekarang kayanya gak. Ya, seperti yang kita tahu League of Legends itu permainan yang membutuhkan 5 orang untuk menang, tapi kalau visi misinya gak bisa sama, kita ga bakal bisa gerak kemana-kemana, dan di Indonesia jarang ada tim yang bener-bener serius. Mungkin ada tapi gak banyak.
Tapi kalau ada tim yang bener-bener bisa komit dan ngajak gua mungkin gua mau balik lagi ke kompetitif. Tapi di sisi lain sekarang udah kerja, jadi main cuman buat iseng-iseng doang.
Apa team favorit kamu dan siapa pro player yang kamu idolakan?
Jojo : hmm tim favorit sama sekali gk ada sih, palayer favorite cmn Heisendong XD XD. tapi kalo untuk player worlds, player favorit Bjergsen, karena gw suka playstyle sama roamingnya, walaupun kalah sama Faker disegala aspek, tapi somehow Bjegrsen positioningnya lebih bagus dari Faker, mainnya juga lebih calm gak seagresif Faker.
Oke, bagaimana menurutmu perkembangan League of Legends yang sekarang dengan banyak hadirnya champion baru dan inovasi keren dari Riot ?
Jojo : Ada perkembangan lebih baik dari system matchmaking sekarang karena semakin sulit untuk jadi one man carry dalem match, revised Le Blanc plus adjustment buat Ahri juga makin bikin semangat main, tapi gw tunggu-tunggu itu adalah buff buat Heimerdinger karena saat ini Heimer masih tergolong champ tier 3 jadi agak susah lawan match up yang ada sekarang ditambah item choicesnya makin sulit.
Oke terakhir, apa pesan darimu untuk komunitas League of Legends Indonesia?
Jojo : pesan gw dari lubuk hati yang paling dalam, please staapphh toxic dan trolling, listen to your teammates if it is good for your team to winning the game. And pls auto ban champ cancer kayak Yasuo biar gamenya makin sehat :D :D



No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan relevan sesuai topik bahasan, dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan santun